Wednesday 20 December 2017

MAKALAH JAMUR

Makalah
JAMUR  (FUNGI)
41596_141581865853607_3309_n.jpg
OLEH
NUR ALFIANI                       BT 13 01 080
NURAENI LESTARI               BT 13 01 081
NURFADILAH                       BT 13 01 082
NURHIDAYANTI                   BT 13 01 083
PURNAMA SARI                   BT 13 01 084
RAHMAT HIDAYAT               BT 13 01 085
RAHMAYANI                        BT 13 01 086
RAHMA A. PRATOMO          BT 13 01 087





AKADEMI  KEPERAWATAN  BATARITOJA
W A T A M P O N E
2014
KATA PENGANTAR
Bismi.JPG
 




Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas izin serta kuasaNyalah maka kami masih diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini guna untuk memenuhi tugas mata kuliah mikrobiologi.
Dalam makalah ini tentunya kami menyadari bahwa dalam penyusunannya masih terdapat kesalahan baik dari segi bahasa, tulisan, maupun isinya, untuk itu mohon kritikan dan sarannya yang sifatnya membangun guna dalam penyempurnaan makalah ini.
  Semoga makalah ini dapat berguna bagi yang membacanya….!!!!


Watampone, 03 Maret 2014
Penyusun






DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ....................................................................................... i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ........................................................................................ 1
B.     Rumusan Masalah.................................................................................... 2
C.     Tujuan  .................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A.    Definisi Jamur ......................................................................................... 4
B.     Bentuk Pertumbuhan Jamur..................................................................... 4
C.     Cara Hidup Jamur.................................................................................... 5
D.    Habitat Jamur........................................................................................... 7
E.     Morfologi Jamur...................................................................................... 8
F.      Fisiologi .................................................................................................. 9
G.    Reproduksi Jamur.................................................................................... 9
H.    Peranan Jamur.......................................................................................... 10
I.       Aktivitas Jamur........................................................................................ 11
J.       Klasifikasi Jamur..................................................................................... 13

BAB III P E N U T U P
A.    Kesimpulan.............................................................................................. 21
B.                                                                                                             Saran                    21

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 22
                                                                            




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Mikologi ialah telaah mengenai protista eukariotik nonfotosintetik yang disebut Jamur. Sebelum sampai ke definisi Jamur maka perlu mengingat kembali ke sejarah klasifikasi mahkluk hidup. Pada klasifikasi awal, mahkluk hidup hanya digolongkan kedalam dua kelompok yaitu hewan (kingdom 1) dan tanaman (kingdom 2) (1866). Pada waktu itu Jamur masih dikelompokkan sebagai tanaman dengan alasan tidak bergerak dan mempunyai dinding sel. Dalam perkembangan selanjutnya, Haeckel memunculkan kingdom protista sebagai kingdom ke 3, yaitu untuk mengelompokkan semua organisme yang mempunyai bentuk kehidupan mikroskopik (alga, bakteri, protozoa dan Jamur). Sejak ditemukannya mikroskop elektron (1950) dapat diketahui informasi tentang ultrastruktur suatu organisme, oleh karena itu kemudian setiap organisme digolongkan sebagai organisme Eukaryotik (sebagian besar organisme) ataupun Prokaryotik (bakteri), berdasar ada tidaknya membran inti dan organel (kingdom 4). Selanjutnya, Whittaker (1969) menjelaskan bahwa sebenarnya Jamur adalah organisme eukaryotik namun karena mempunyai banyak sifat yang berbeda dengan eukaryotik pada umumnya maka Jamur dianggap sebagai kelompok terpisah dengan kingdom tersendiri (kingdom ke 5).
Jamur atau cendawan adalah organisme heterotrofik. Mereka memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organik mati yang terlarut, mereka disebut sporofit. Saprofit menghancurkan sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang kompleks, menguraikannya menjadi zat-zat kimia yang lebih sederhana, yang kemudian di kembalikan ke dalam tanh, dan selanjutnya meningkatkan kesuburannya. Jadi mereka dapat sangat menguntungkan bagi manusia. Sebaliknya mereka juga dapat merugikan kita bilamana mereka membusukkan kayu, tekstil, makanan dan bahan-bahan lain.
Cendawan saprofitik juga penting dalam fermentasi industri, misalnya pembuatan bir, minuman anggur dan produksi antibiotik seperti penisilin. Peragian adonan dan pemasakan beberapa keju juga bergantung kepada kegiatan cendawan.
Banyak faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan Jamur, antara lain kelembapan, suhu, keasaman substrat, pengudaraan, dan kehadiran nutrien-nutrien yang diperlukan. Pendapat lain menyatakan bahwa Jamur adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, tipe sel: sel eukarotik. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler.
Di alam ini Jamur dapat bersifat sangat merugikan manusia dengan menimbulkan infeksi (penyakit) dan toksin yang dihasilkan ataupun bersifat menguntungkan dengan menghasilkan produk - produk yang dapat digunakan oleh manusia sebagai contoh antibiotika, vitamin, asam organik dan enzim.
Jamur akan terus menjadi bahan bagi penelaahan ilmiah dasar, terutama yang berkaitan dengan morfogenesis (proses terorganisasinya sel-sel menjadi struktur jaringan). Mereka akan menjadi semakin penting di dalam proses-proses komersial untuk menyediakan produk-produk yang bermanfaat, termasuk antibiotic seperti penisilin. Namun terdapat kebutuhan yang lebih banyak akan bahan-bahan antiJamur, sejajar dengan bahan antibakteri seperti antibiotic, yang daya racunnya lebih rendah namun lebih efektif untuk penyakit-penyakit mikotik. Adanya kesadaran yang lebih ringgi mengenai mikotoksin dan toksisitasnya akan memerlukan pengendalian yang lebih ketat terhadap serangan kapang pada produk-produk pangan. Mungkin cirus cendawan atau Jamur dapat digunakan sebagai suatu bentuk pengendalian biologis terutama terhadap Jamur yang menghancurkan tanaman dan pohon.

B.       Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah karakteristik kehidupan pada Jamur?
2.      Bagaimanakah reproduksi pada Jamur?
3.      Bagaimanakah pengklasifikasian pada Jamur?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui karakteristik kehidupan pada Jamur
2.      Untuk mengetahui reproduksi pada Jamur
3.      Untuk mengatahui pengklasifikasian pada Jamur



































BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Jamur
Jamur merupakan mikroorganisme yang tidak memiliki klorofil dan hidup secara heterotrof dengan menguraikan bahan-bahan organik yang ada dilingkungannya dan menyerapnya untuk mendapatkan nutrient. Seperti yang telah diketahui bahwa Jamur dikelompokkan menjadi 2 yaitu kapang dan khamir, Kapang merupakan Jamur yang bersifat multiseluler dan menghasilkan miselium. Sedangkan khamir merupakan Jamur yang bersifat uniseluler dan tidak menghasilkan miselium. Selain itu, terdapat pula kelompok Jamur yang merupakan Jamur semu yaitu Jamur yang menghasilkan miselium semu.
Jamur memiliki bermacam-macam bentuk organisme yang terdapat dimana-mana di bumi, baik di daerah tropik, subtropik, di kutub utara, maupun antarika. Jamur juga ditemukan di darat, di perairaian tawar, di laut, di mangrove, di bawah permukaan tanah, di kedalaman laut, dipengunungan, maupun di udara.
Jamur memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara : dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah.

B.     Bentuk Pertumbuhan Jamur
Ada 3 (tiga) bentuk utama pertumbuhan Jamur :
a.       Miselium; tersusun atas jaring-jaring hifa, biasanya sering dikategorikan sebagai moulds (kapang)
b.      Sel bulat dan bercabang dengan rhizoid (misal. Chytridiomycota)
c.       Yeast uniseluler (misal. Saccharomyces cerevisiae)
Keragaman bentuk tersebut mungkin berhubungan dengan habitatnya, misalnya yeast banyak ditemukan pada habitat lingkungan lembab yang kaya akan nutrien terlarut. Reproduksi yeast biasanya dilakukan dengan dua cara, yaitu :
-          Tunas (budding), misal: Saccaromyces cerevisiae
-          Membelah (fission), misal: Schizosaccaromyces pombe
Beberapa Jamur tertentu mempunyai bentuk petumbuhan dimorfik (dua bentuk), misalnya beberapa Jamur patogen. Mereka berbentuk yeast (untuk penyebaran) dan hifa (untuk infeksi jaringan).

                             
Bentuk-bentuk pertumbuhan Jamur

C.    Cara hidup Jamur
Jamur adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Jamur memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Jamur sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal Jamur sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak).
Jamur adalah eukariota, dan sebagian besar adalah eukariota multiseluler. Meskipun Jamur pernah dikelompakkan ke dalam kingdom tumbuhan, Jamur adalah organisme unik yang umumnya berbeda dari eukariota lainnya ditinjau dari cara memperoleh makanan, organisasi stuktural, serta pertumbuhan dan reproduksi Campbell (2003). Jamur atau cendawan terdiri dari kapan dan khamir. Kapang bersifat filamentus, sedangkan khamir biasanya bersifat uniseluler (Pelczar, 1986).
Jamur adalah heterotrof yang mendapatkan nutriennya melalui penyerapan (absorpsi). Dalam cara ini, Jamur akan mencerna makanan diluar tubuhnya dengan cara mensekresikan enzim-enzim hidrolitik yang sangat ampuh kedalam makanan tersebut. Enzim-enzim itu akan menguraikan molekul kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana yang dapat diserap dan digunakan oleh Jamur.
Jamur dapat hidup dari benda organik mati yang terlarut , yang disebut dengan saprofit. Saprofit menghancurkan sisa-sisa ttumbuhan dan hewan yang kompleks dan menguraikannya menjadi zat-zat kimia yang lebih sederhana, yang kemudian dikembalikan ke dalam tanah, dan selanjutnya meningkatkan kesuburan. Makanan Jamur dapat berasal dari sumber-sumber seperti tanah subur, produk makanan yang dibuat oleh pabrik, dan tubuh hewan dan tumbuhan (baik yang mati maupun yang hidup).
Jamur parasitik menyerap zat-zat makanan dari inang yang masih hidup. Beberapa jenis Jamur misalnya seperti spesies tertentu yan menginfeksi paru-paru manusia, bersifat patogenik (2003). Disamping itu Funfi juga hidup dalam bentuk dismorfisme yaitu Jamur dapat ada dalam bentuk uniseluler (Khamir) dan bentuk benang/filamen (Kapang). Fase khamir timbul bila organisme itu sebagai parasit atau patogen dalam jaringan sedangkan bentuk kapang jika organisme itu merupakan saprofit dalam tanah atau dalam medium laboratorium.
Manfaat dari adanya Jamur adalah pada Jamur yang hidup sebagai saprofit dapat membantu proses pengambilan mineral dari tanah bagi inangnya, disamping itu Jamur saprofit juga penting dala fermentasi industri, misalnya pembuatan anggur, bir, dan produksi antibiotik seperti penisilin. Peragian adonan dan pemesakan beberapa keju juga bergantung pada kegiatan cendawan.
Selain sifat yang menguntungkan, Jamur juga memiliki sifat yang merugikan, Jamur dapat membusukkan kayu, tekstil, makanan dan lain-lain. Disamping itu Jamur juga dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan, salah satu contoh cendawan patogen adalah Histoplasma capsulacum yang menyebabkan histoplomosis (infeksi mikosis pada sistem retikuloendotelium yang meliputi banyak organ) (Pelczar, 1986).
Cara hidup Jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme Jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu Jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.
D.    Habitat Jamur
Jamur menempati lingkungan yang sangat beragam yang berasosiasi secara simbiotik dengan banyak organisme. Meskipun paling sering ditemukan pada habitat darat, Jamur juga hiudp dilingkungan akuatik, dimana Jamur tersebut berasosiasi dengan organisme laut dan air tawar serta bangkainya. Lichen, perpaduan antara Jamur dan alga, banyak terdapat dimana-mana dan ditemukan pada beberapa tempat yang tidak bersahabat sepeti gurun yang dingin dan kering di Antartika, tundra alpin dan artik. Jamur simbiotik lainnya hidup dalam jaringan tumbuhan yang sehat dan spesies lain membentuk mutualisme-mutualisme pengkomsumsi selulosa dengan serangga, semut dan rayap.
Golongan Jamur yang termasuk hidup dalam air adalah oomycota dan chytridiomycota, sedangkan golongan Jamur yang hidup di darat (tanah) misalnya, Mucorales, Ascomycota, deuteremycetes dan beberapa Peronosporales.

E.     Morfologi Jamur
Jamur tingkat tinggi maupun tingkat rendah mempunyai ciri yang khas, yakni berupa benang tunggal atau bercabang- cabang yang disebut hifa. Kumpulan dari hifa-hifa akan membentuk miselium. Jamur merupakan organisme eukariotik yang mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :
(1)  Mempunyai spora,
(2)  Memproduksi spora,
(3)  Tidak mempunyai klorpfil sehingga tidak berfotosintesis,
(4)  Dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual,
(5)  Tubuh berfilamen dan dinding sel mengandung kitin, glukan   selulosa, dan manna.
Jamur dibedakan menjadi dua golongan yakni : kapang dan khamir. Kapang merupakan Jamur berfilamen atau mempunyai miselium, sedangkan Khamir merupakan Jamur bersel tunggal dan tak berfilamen. Jamur merupakan organisme menyerupai tanaman, tetapi mempunyai beberapa perbedaan, yakni :
§  Tidak mempunyai klorofil
§  Mempunyai dinding sel dengan komposisi yang berbeda
§  Berkembang biak dengan spora
§  Tidak mempunyi batang, cabang, akar, dan daun
§  Tidak mempunyai system vaskuler seperti pada tanaman
§  Bersifat multiseluler tidak mempunyai pembagian fungsi masing-masing bagian seperti pada tanaman
Jamur ada yang bersifat parasit dan saprofit. Parasit apabila dalam memenuhi kebutuhan makannya dengan mengambil dari benda hidup yang ditumpanginya, sedanghan saprofit apabila memperoleh makanan dari benda mati dan tidak merugikan benda itu sendiri. Jamur dapat mensintesis protein dengan mengambik sumber karbon dari karbohidrat, sumber nitrogen dari bahan organic ataun anorganik , dan mineral dari substratnya. Ada juga Jamur yang dapat mensintesis vitamin-vitamin yang dibutuhkan dan perkembanh biakan sendiri sehingg harus mendapatkan dari cubstrat, misalkan thiamin dan biotin.

F.     Fisiologi Jamur
Jamur dapat lebih bertahan dalam keadaan alam sekitar yang tidak menguntungkan. Sebagai contoh, khamir dan kapang dapat tumbuh dalam suatu substrat atau medium berisikan konsentrasi gula yang dapat menghambat pertumbuhan kebanyakan bakteri. Inilah sebabnya mengapa selai, manisan dapat di rusak oleh kapang tetapi tidak oleh bakteri. Demikian pula, khamir dan kapang umumnya dapat bertahan terhadap keadaan yang lebih asam dari pada kebanyakan mikroba lainnya.
 Khamir merupakan mikroorganisme fakultatif, artinya mereka dapat hidup dalam keadaan aerobik maupun anaerobik. Kapang adalah mikrorganisme aerobik sejati. Jamur dapat tumbuh dalam kisaran suhu yang luas, dengan suhu optimum bagi kebanyakan spesies saprofitik dari 22 sampai 300C, spesies patogenik mempunyai suhu ptimum lebih tinggi, biasanya 30 sampai 37 0 C. Beberapa Jamur akan tumbuh pada atau mendekati 0° C dan dengan demikian dapat menyebabkan kerusakan pada daging atau sayur mayur dalam penyimpanan dingin.

G.    Reproduksi Jamur
Secara alamiah Jamur berkembang biak dengan berbagai cara, baik secara aseksual dengan pembelahan, penguncupan atau pembentukan spora, dapat pula secara seksual dengan peleburan nucleus dari dua sel induknya. Pada pembelahan, suatu sel membagi diri untuk membentuk dua sel anak yang serupa. Pada penguncupan, suatu sel anak tumbuh dari penonjolan kecil pada sel inangnya
Spora aseksual, yang berfungsi untuk menyebarkan spesies dibentuk dalam jumlah besar. Ada banyak macam spora aseksual yaitu :
1.      Konidiospora atau konidium. Konidium yang kecil dan bersel satu disebut mikrikonidium. Konidium yang besar lagi bersel banyak dinamakan makrokonidium. Konidium dibentuk di ujung atau di sisi suatu hifa.
2.      Sporangiospora. Spora bersel satu ini terbentuk di dalam kantung yang disebut sporangium di ujung hifa khusus (sporangiosfor).
3.      Oidium atau artrospora. Spora bersel satu ini terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa.
4.      Klamidospora. Spora bersel satu yang berdinding tebal ini sangat resisten terhadap keadaan yang buruk, terbentuk dari sel-sel hifa somatic.
5.      Blastospora. Tunas atau kuncup pada sel-sel khamir disebut blatospora.
Spora seksual, yang dihasilkan dari peleburan dua nucleus. Terbentuk lebih jarang, lebih kemudian dan dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan spora aseksual. Ada beberapa tipe spora seksual :
1.      Askospora. Spora bersel satu ini terbentuk di dalam pundi atau kantung yang dinamakan askus.
2.      Basidospora. Spora bersel satu ini terbentuk di atas struktur berbentuk gada yang dinamakan basidium.
3.      Zigospora. Zigospora adalah spora besar berdinding tebal yang terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi, disebut juga gametangia.
4.      Oospora. Spora ini terbentuk di dalam struktur betina khusus yang disebut ooginium. Pembuahan telur atau oosfer, oleh gamet jantan yang terbentuk di dalam anteredium menghasilkan oospora.   

H.    Peranan Jamur
Peranan Jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut.
a.       Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.
b.      Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu
dalam pembuatan tempe dan oncom.
c.       Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri
keju, roti, dan bir.
d.      Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.
e.       Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.
Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa Jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut.
a.       Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai.
b.      Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang.
c.       Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.
d.      Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.
e.       Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia.
f.       Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.

I.       Aktifitas Jamur
Semua Jamur membutuhkan nutrien organik yang akan digunakan sebagai sumber energi dan untuk keperluan sintesis sel. Namun berdasar cara Jamur memperoleh nutriennya dapat dibuat beberapa kategori. Parasit (atau simbion) adalah Jamur mengambil senyawa organik dari organisme hidup dan saprofit adalah Jamur yang hidup pada organisme yang telah mati.
a)      Jamur parasit tanaman
Parasit dapat didefinisikan sebagai organisme yang memperoleh beberapa atau keseluruhan nutriennya dari jaringan hidup organisme lain dan mereka hidup dalam hubungan yang baik.
-          Nekrotrofik : Jamur harus membunuh jaringan inang, misalnya dengan menghasilkan toksin atau enzim pendegradasi.
-          Biotrofik : Jamur hidup pada sel hidup, biasanya dengan bantuan struktur khusus untuk penyerapan.
-          Patogen : Menyebabkan penyakit
-          Simbiosis : parasit menguntungkan, misal pada lichenes (Jamur dan alage) dan mikorhiza (Jamur dan akar tanaman).
b)      Jamur parasit manusia
Jumlahnya lebih sedikit dibanding Jamur parasit tanaman, namun sangat penting karena berkaitan dengan daya imun seseorang dan pasien transplantasi (kasus infeksi). Disisi lain pemberantasan Jamur patogen manusia dengan bahan kimia tertentu juga sulit karena Jamur dan manusia sama-sama eukaryotik. Sulit menemukan obat yang mematikan eukaryotik Jamur patogen tanpa mempengaruhi eukaryotik inang. Ini berbeda dengan kasus zat antibakteri yang memisahkan target antara sel prokaryotik dan eukaryotik. Umumnya Jamur oportunis, masuk melalui luka atau spora masuk paru- paru (Aspergillus fumigatus, Histoplasma capsulatum).
Adalagi tipe penyebarannya yang bersifat sistemik, misalnya masuk mengikuti aliran darah (Candida albicans). Juga Jamur yang menyebabkan penyakit dermatofitik yang menyerang kulit, kuku, dan rambut.
c)      Jamur parasit sebagai agen biokontrol
Beberapa Jamur juga sering dimanfaatkan sebagai agen biokontrol terhadap oragnisme lain. Diantaranya adalah mikoparasit, yaitu untuk menyebutkan Jamur yang menjadi parasit pada Jamur lain, entomopatogen untuk menyebutkan Jamur yang hidup pada serangga dan nematofagous atau Jamur yang menjadi parasit pada nematoda.
d)     Jamur saprofit
Jamur saprofit mempunyai peran utama dalam mendekomposisi senyawa-senyawa organik pada organisme mati yang penting untuk pendaur-ulangan nutrien di alam. Di alam senyawa-senyawa tersusun dari yang sederhana hingga yang kompleks, dan hanya ada sedikit senyawa yang bisa didegradasi oleh satu jenis Jamur saja. Pada umumnya adalah Jamur decomposer berperan dalam :
1.      Biodeteriorasi (biodeterioration), untuk beberapa produk seperti makanan, perkayuan, kulit, buku dan lain-lain.
2.      Biodegradation (biodegradasi), untuk aktivitas Jamur saprotrof secara umum.
e)      Jamur dalam bioteknologi
Dalam bidang ini banyak Jamur dimanfaatkan untuk keperluan komersial, seperti :
1)         Makanan dan penyedap makanan : misal, telah diproduksi + 1,5 juta ton jamur (ediblemushroom)/ tahun (Agaricus bisporus dan Volvariella volvacea) di seluruh dunia; Quorn mycoprotein (Fusarium graminearum) sebagai sumber protein sel tunggal; makanan dan minuman tradisional, misal minuman beralkohol (Saccharomyces cerevisiae), keju blue-veined (Penicillium requefortii), tempe (Rhizopus oligosporus).
2)         Bahan metabolit : dikelompokkan dalam 2 kategori, yaitu: i) metabolit primer, merupakan hasil akhir jalur metabolik utama; dan ii) metabolit sekunder, merupakan beragam senyawa yang dibentuk melalui jalur metabolisme khusus dari suatu organisme tertentu.

J.      Klasifikasi Jamur
1)      Mycomycotina
Myco yang artinya lendir, mykes adalah jamur, jadi mycomycotina yaitu golongan jamur yang fase vegetatifnya serupa lendir. Mempunyai satu kelas saja yaitu Myxomycetes.
Kelas myxomycetes
Myxomycetes meliputi organisme yang tidak mengandung klorofil, yang secara filogenetik tergolong ke dalam organisme yang sangat sederhana. Dalam keadaan vegetatif tubuhnya berupa massa protoplasma telanjang yang bergerak sebagai amoeba yang disebut plasmodium dengan cara hidup sebagai saprofit atau seperti hewan Di tempat yang lembab spora Myxomycetes dapat tumbuh menjadi amuba lendir dan spora kembara. Amuba lendir dan spora kembara masing-masing menjalar mencari makanan. Spora kembara dapat menjadi amuba lendir dan membentuk kista dalam keadaan kurang air. Setelah keadaan membaik kista berubah kembali menjadi amuba lendir. Amuba lendir dapat membelah berkali-kali membentuk massa lendir yang luas. Spora Myxomycetes berkecambah dalam air atau di atas substrat basah menjadi satu atau beberapa spora kembara yang dinamakan miksoflagellata. Setelah beberapa lama bulu cambuknya lenyap dan berubah menjadi miksoamoeba. Miksoflagellata dan miksoamoeba dapat berbiak vegetatif dengan cara membelah diri. Dua miksoamoeba atau dua miksoflagellata dapat mengadakan perkawinan menjadi amoebazigot, dan dalam amoebazigot kedua inti akhirnya bersatu. Badan yang dioploid ini tidak langsung membentuk dinding melainkan tetap telanjang dan bersifat amoeboid, dan dengan sesamanya bisa bersatu membentuk plasmodium yang besar dan mempunyai banyak inti. Inti dapat bertambah banyak karena adanya mitosis yang berulang-ulang. Contoh species : Physarum nutans dan Arcyria sp.
            Picture2keneh            Picture2
2)      Zygomycota
Jamur ini dinamakan Zygomycota karena membentuk spora istrahat berdinding tebal yang disebut zigospora. Zigospora merupakan hasil peleburan menyeluruh antara dua gametangium yang sama atau berbeda. Jamur yang tergolong divisi ini hidup di darat, di atas tanah, atau pada tumbuhan dan hewan yang telah membusuk.
Ø  Stuktur tubuh
Zygomycota memimiliki miselium yang bercabang banyak dan tidak bersekat-sekat. Hifanya bersifat senositik. Septa hanya ditemukan pada sel-sel bereproduksi. Ada beberapa tipe hifa pada Zygomycota yaitu : Stolon, hifa yang membentuk jaringan pada permukaan substrat. Misalnya jamur pada roti Rizoid, Hifa yang menembus substrat dan berfungsi sebagai jangkar untuk menyerap makanan Sporangiofor, Hifa yang tegak dipermukaan substrat dan memiliki sporangium globuler diujungnya.
Ø  Cara Reproduksi
Zygomycetes dapat bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual adalah dengan spora yang dihasilkan oleh sporangium. Reproduksi seksualnya dengan konjugasi.

                  Picture4
Zygospora- konidia (asexual)

Picture5
Zygosporangia (sexual)
Beberapa jenis jamur yang tergolong Zygomycota, antara lain:
a.       Jamur Roti (Rhizopus Stolonifer)
Jika roti yang lembab disimpan ditempat yang hangat dan gelap, beberapa hari kemudian akan tampak jamur tumbuh diatasnya. Pada roti akan tumbuh bulatan hitam, yang disebut Sporangium yang dapat menghasilkan sekitar 50.000 spora.
b.      Jamur Tempe (Rhizopus Nigricans)
Jamur tempe digunakan dalam pembuatan tempe. Reproduksi rhizopus nigricans dapat terjadi secara seksual dan aseksual.
c.       Pilobolus Adalah salah satu jamur yang biasa hidup pada kotoran hewan yang telah terdekomposisi. Jamur ini tidak dapat bereproduksi tanpa adanya bantuan cahaya. Jamur ini menunjukkan respon positif terhadap cahaya.
Peranan Jamur Zygomycota
1.       Dekomposer dalam tanah dan kotoran, sehingga bermain peranan yang cukup besar dalam siklus karbon.
2.      Berperan dalam beberapa simbiosis, seperti yang pada Harpellales yang mendiami arthropoda (khususnya larva serangga air tawar akuatik) yang melekat pada lapisan chitinous dari hindgut. Harpellids memperoleh gizi pada pakan yang tidak dimanfaatkan oleh arthropoda. Karena mereka pada umumnya dianggap tidak berbahaya dan tidak bermanfaat bagi hewan inang, asosiasi ini dianggap commensalistic.
3.      bearing trichospores yang melekat pada kutikula hindgut dari Chili blackfly.
4.      Pathogen serangga yang dapat menyebabkan penyakit wabah besar
5.      Parasit pada jamur Basidimycota Sejumlah spesies digunakan dalam fermentatios, seperti Rhizopus oligosporus yang dimanfaatkan dalam pembuatan tempe, dan Actinomucor elegans di Cina untuk pembuatan keju atau sufu (Hesseltine 1991).
6.      Menyebabkan infeksi oportunistik dari diabetes, immuno-tertindas, infeksi virus dan dikompromi immuno-pasien (de Hoog dkk. 2000).
7.      Parasit pada amoeba.
3)      Ascomycota
Divisi ini bercirikan talus yang terdiri dari miselium bersepta. Reproduksi
seksual membentuk askospora di dalam askus. Ada yang hidup sebagai
parasit, yang menimbulkan penyakit pada tumbuhan.
Ø  Struktur umum
Bentuk askus ada bermacam-macam, antara lain:
1.      Askus tanpa askokarp
2.      Askus yang askokarpny berbentuk deperti mangkok disebut aposetium.
3.      Askus yang askokarpnya berbentuk bola tanpa ostiulum disebut kleistotesium.
4.      Askus yang askokarpnya berbentuk botol dengan leher dan memiliki ostiulum disebut peritesium.
Ada bermacam-macam askus tersebut digunakan sebagai dasar klasifikasi tingkat kelas.
a.       Kelas Hemiascomycetes
Kelompok jamur ini tidak membentuk askokarp, tidak mempunyai hifa, tubuhnya terdiri dari sel bulat atau oval yang dapat bertunas sehingga terbentuk rantai sel atau hifa senu. Contoh anggota Hemiascomycetes adalah khamir Saccharomyces.
b.      Kelas Plectonycetes
Kelas ini bercirikan adanya askokarp berbentuk bola yang disebut kleistotesium. Kelompok ini ada yang saprobe, parasit atau hipeparasit. Yang termasuk kelas Plectomycetes adalah Aspergillus dan Penicillium. Reproduksi aseksual kedua jamur ini adalah dengan pembentukkan konnidium dalam rantai pada konidiofor. Sedangkan reproduksi seksualnya dengan spora yang dibentuk dalam askus. Askus-askus tersebut berkumpul dalam suatu badan yang disebut askokarp.
c.       Kelas pyrenomycetes
Ciri khas yang dimiliki adalah askokarp berbentuk khusus yang dilengkapi dengan ostiolum (lubang untuk melepas askus dan askospora). Tubuh buah seperti itu disebut peritesium, yang dapat berwarna cerah atau gelap.
4)      Basidiomycotina
Ø  Struktur tubuh
Basidiomycotina adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa vegetative Basidiomycotina terdapat dalam substratnya (tempat hidupnya), misal pada kulit kayu, tanah, dan serasah daun. Jalinan hifa generative jamur ini ada yang membentuk tubuh buah dan ada yang tidak membentuk tubuh buah. Tubuh buah pada Basidiomycotina disebut basidiokarp.
Basidiokarp berukuran makroskopik sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk basidiokarp bermacam-macam, misalnya seperti paying, kuping, atau setengah lingkaran. Basidiokarp ada yang memiliki batang dan ada yang tidak. Pada bagian bawah tudung basidiokarp terdapat lembaran-lembaran (bilah). Pada lembaran ini terbentuk banyak basidium yang akan menghasilkan spora basidium (basidiospora). Basidiospora merupakan spora generative.

Ø  Habitat
Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza.
Ø  Reproduksi
Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual.
Reproduksi aseksual yaitu dengan cara membentuk spora konidia. Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi sesksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenis menghasilkan spora seksulal (spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora).
Ø  Peranan
Jamur basidiomycotina adalah kelompok jamur dengan jumlah sekitar sekitar 25 ribu spesies yang sudah diidentifikasi. Beberapa jenis jamur Basidiomycotina yang menguntungkan adalah sebagai berikut.
1.      Jamur kuping (Auricularia polytrichia), jamur merang (Volvariella volvacea), dan jamur shitake (Lentinula edodes) dapat dimakan tubuh buahnya.
2.      Jamur kayu (Ganoderma) sebagai obat atau makanan suplemen.
Adapun jamur Basidiomycotina yang merugikan adalah sebagai berikut.
1.      Jamur karat (Puccinia graminis) merupakan parasit pada daun tanaman pertanian dari family Gramineae, misalnya jagung dan gandum.
2.      Puccinia arachidis, parasit pada tanaman kacang tanah.
3.      Ustilago maydis, parasit pada jagung.
4.      Amanita ocreata dan Amanita phalloides, beracun dan mematikan jika dimakan.
5.      Amanita muscaria, dapat menyebabkan halusinasi jika dimakan.
Terdapat beberapa jenis jamur Basidiomycotina yang mempunyai tubuh buah yang sulit dibedakan antara beracun dan tidak beracun, sehingga lebih baik jangan memakan jamur yang belum diketahui dapat dimakan atau tidak.
5)      Deuteromycota
Deuteromycota berasal dari kata deutero: kedua, mykes: jamur. Deuteromycota merupakan kelompok buatan yang digunakan untuk mengakomodasi banyak Jamur yang jarang atau tidak pernah menghasilkan tahapan seksual. Banyak diantara anggota deuteromycota sangat sering kita jumpai diantaranya adalah Penicillium, Aspergillus, Trichoderma dan Fusarium.
Beberapa karakter utama deuteromycota
a.       Tahapan somatik : sama dengan pada Ascomycota.
b.      Reproduksi aseksual : Menggunakan konidia yang dibentuk melalui beberapa cara. Contoh: dengan cara pertunasan (budding) seperti pada Aerobasidium dan Cladosporium, dengan penggelembungan ujung hifa seperti pada Humicola, dengan fragmentasi hifa seperti pada Geotrichum, dengan tonjolan yang muncul melalui sel bentuk botol dan disebut phialide seperti pada Aspergillus dan Penicillium. Hifa tempat spora berada (konidiofor = conodiophorres) sederhana atau bercabang membentuk agregasi yang disebut synnema atau coremium.
c.       Reproduksi seksual : absen, jarang atau tidak diketahui.
d.      Peran ekologis : biasanya dikelompokkan dalam tiga sub group yaitu blastomycetes (seperti yeast), hyphomycetes yang mempunyai hifa sederhana mirip konidiofor, dan coelomycetes yang menghasilkan konidia pada acervulus atau pycnidium. Contoh deuteromycota yang terkenal, Candida albicans yang bersifat komensal dan patogen pada manusia. Geotrichum candidum merupakan Jamur perusak produk-produk susu. Yang termasuk hyphomycetes merupakan saprotrof umum di tanah (Trichoderma, Penicillium, Gliocladium, Fusarium) atau pada permukaan tanaman (Cladosporium, Alternaria, dan Aureobasidium). Kelompok perusak biji-bijian dan makanan seperti Penicillium, Aspergillus dan Fusarium. Beberapa yang lain merupakan parasit pada serangga seperti Metarhizium dan Beauveria. Pada dunia industri deuteromycota banyak digunakan untuk produksi antibiotik (penicillin, griseofulvin), enzim (Aspergillus niger) dan lain-lain.



BAB III
P E N U T U P

A.    Kesimpulan
Dalam sejarah kehidupan, mikroorganisme telah banyak sekali memberikan peran sebagai bukti keberadaannya. Salah satunya adalah Jamur. Jamur merupakan mikroorganisme eukariota yang sebagian besar bersifat multiseluler. Jamur atau cendawan terdiri dari kapang dan khamir. Secara umum Jamur hidup dengan 3 cara yaitu sebagi saprofit, parasitik dan diomorfis. Jamur adalah heterotrof yang mendapatkan nutriennya melalui penyerapan (absorpsi).
Jamur menempati lingkungan yang sangat beragam yang berasosiasi secara simbiotik dengan banyak organisme baik di darat maupun di air. Sebagian besar Jamur adalah organisem multiseluler dengan hifa yang dibagi menjadi sel-sel oleh dinding yang bersilangan atau septa. Dinding sel pada Jamur dilindungi oleh Selulosa dan Kitin (polisakarida yang mengandung unsur N). Jamur dapat berkembang biak dengan dua cara yaitu cara seksual dan aseksual.
Berdasarkan pada cara dan cirri reproduksinya terdapat lima kelas cendawan sejati atau berfilamen di dalam dunia Jamur yaitu: Mycomycotina, Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycota.
B.     Saran
Kepada mahasiswa: diharapkan agar lebih memahami karakteristik dari berbagai Jamur    






DAFTAR PUSTAKA

1.        Akin, H.M. (2005). Virologi Tumbuhan. Yogyakarta:
2.        Campbell, dkk. 2003. Biologi jilid 2. Jakarta: Erlangga
3.        Pelczar, Michael J. 1986. Dasar-dasar mikrobiologi. Jakarta : UI





No comments:

Post a Comment